Pemakaian susuk biasanya melibatkan ilmu sihir. Susuk dipakai di tempat tertentu seperti muka, badan, malah kemaluan dan jika ada yang mendakwa menggunakan ayat al-Quran, jelas bertentangan dengan Islam. Melihat kepada apa yang digunakan (menggunakan ayat al-Quran), ia sama seperti dukun melakukan jampi tetapi menggunakan ayat al-Quran.
Tentang pembelajaran ilmu sihir, al-Quran mengatakan:
"Mereka belajar suatu ilmu yang membahayakan diri mereka sendiri dan tidak bermanfaat buat mereka." (al-Baqarah: 102) Rasulullah s.a.w. menilai sihir sebagai salah satu daripada dosa besar yang bisa menghancurkan sesuatu bangsa, dan dapat merendahkan derajat pelakunya di dunia ini lagi. Nabi bersabda:
"Jauhilah tujuh perkara besar yang merusak. Para sahabat bertanya: Apakah tujuh perkara itu, ya Rasulullah? Jawab Nabi, yaitu: 1) menyekutukan Allah; 2) sihir; 3) membunuh jiwa yang oleh Allah diharamkan kecuali karena hak; 4) makan harta riba; 5) makan harta anak yatim, 6) lari dari peperangan; 7) menuduh perempuan-perempuan baik, terjaga dan beriman." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sebagian ahli fiqh menganggap, sihir itu bererti kufur, atau membawa kepada kufur. Sementara ada juga yang berpendapat; ahli sihir itu wajib dibunuh demi melindungi masyarakat dari bahaya sihir.
Al-Quran juga telah mengajar kita supaya kita senantiasa berlindung diri kepada Allah dari kejahatan tukang sihir, yaitu firmanNya:
"(Dan aku berlindung diri) dari kejahatan tukang meniup simpul." (al-Falaq: 4)
Peniup simpul salah satu cara dan ciri yang dilakukan ahli-ahli sihir. Dalam salah satu hadis dikatakan:
"Barangsiapa meniup simpul, maka sungguh ia telah menyihir, dan barangsiapa menyihir maka sungguh dia telah berbuat syirik." (Riwayat Thabarani dengan dua sanad; salah satu rawi-rawinya adalah thiqah)
Susuk ini ada persamaannya dengan peniup simpul ini, iaitu dijampi susuk itu dan kemudiannya di masukkan ke dalam tubuh.
Jelas, bahawa pemakaian susuk amat mampu mempengaruhi seseorang itu agar mempercayai adanya kuasa lain selain kuasa Allah. Ini juga telah diharamkan melalui hadith-hadith yang sohih sebagaimana pengharaman kepercayan kepada jimat dan menggantungnya.
Pemakai susuk akan percaya dan seterusnya bergantung kepada susuk digunakan dalam kehidupan hariannya. Ketika itu, jelas mereka dalam keadaan syirik dan menanggung dosa besar.
Islam tidak menghalangi umatnya kelihatan cantik, malah menggalakkan umatnya menghias diri, namun ia perlu mengikut cara dibenarkan dan tidak melakukan perbuatan syirik seperti memakai susuk maupun pembedahan plastik dan botox.

0 komentar:
Posting Komentar